Terbaru

latest

Timur Tengah

Timur Tengah

Palestina

Palestina

Suriah

Suriah

Mesir

Mesir

Turki

Turki

VIDEO

Headline

Berita Foto

Headline

Sejumlah Dosen Anggota IM Dipecat, Ini Komentar Akademisi Mesir

Tidak ada komentar
Demonstrasi mahasiswa Mesir (ahram)
Pakar pendidikan dan akademisi Mesir mengecam pemecatan terhadap sejumlah dosen yang dilakukan oleh beberapa universitas dengan dalih mereka anggota Ikhwanul Muslimin (IM). Sejumlah kalangan menilai tindakan tersebut dapat mengancam independensi universitas bersangkutan.

Menurut mereka, pelimpahan wewenang kepada Presiden Mesir, Abdul Fattah As-Sisi untuk menunjuk dan memilih rektor universitas bertentangan dengan Konstitusi Mesir. Ditambah lagi dengan kebijakan bahwa kepemimpinan universitas menginduk sepenuhnya ke pemerintahan, hal ini menurut pakar pendidikan sangat jauh dari prinsip independensi.

Menurut data yang dilansir masralarabia, sejumlah dosen dipecat dari Universitas Kairo, Ain Syams, Asyuth, Minya, dan Kafr Asy-Syaikh.

Melihat fenomena ini, Dr. Khalid Samir, Guru Besar Kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Ain Syams, mengatakan bahwa pemecatan dosen merupakan bukti dari situasi buruk sebuah universitas.

Samir menyebutkan, tindakan tersebut dilakukan para rektor universitas untuk memenuhi keinginan pemerintah. Sehingga, dengan pemecatan dosen tersebut mereka berharap mendapatkan jabatan yang lebih tinggi.

“Menurut undang-udang Mesir, dosen universitas tidak bisa dipecat sembarangan. Ia dapat dilengserkan dari jabatannya setelah keputusan pengadilan. Pemecatan yang terjadi sekarang ini tidak dapat diterima secara undang-undang dan ini sangat memalukan,” ujar Samir.

Beberapa waktu lalu, Komite Pendidikan dan Penelitian Ilmiah di Dewan Perwakilan Rakyat Mesir meminta Menteri Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi untuk melakukan survei komprehensif terhadap para dosen di universitas-universitas negeri dan memantau anggota Ikhwanul Muslimin serta kelompok dan organisasi lainnya yang dianggap melawan pemerintah Mesir, lalu memprosesnya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Pakar politik Mesir, Ammar Ali Hassan mengatakan, sangat sulit untuk mengidentifikasi orang-orang yang tergabung dalam Ikhwanul Muslimin. Oleh karena itu, penerapan undang-undang ini di universitas manapun sejatinya adalah untuk membungkam orang-orang yang tidak setuju dengan kebijakan rezim sekarang atau pihak-pihak yang mengkritik administrasi dan rektor universitas.

Menurut Hassan, undang-undang ini akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat umum. Sebab, banyak orang yang akan dipenjara dengan alasan mereka anggota Ikhwanul Muslimin padahal tidak berafiliasi dengannya sama sekali.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Pejabat Palestina: Arab Saudi Serahkan ‘Kesepakatan Abad Ini’ Kepada Kami

Tidak ada komentar
Presiden Mahmud Abbas bersama Raja Salman
Seorang anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Ahmad Majdalani, menuturkan bahwa proposal Amerika Serikat tentang proses perdamaian Timur Tengah yang dikenal sebagai ‘Kesepakatan Abad Ini’ bertujuan untuk menghilangkan masalah Palestina, di tengah isu yang beredar bahwa Presiden Palestina Mahmud Abbas akan dilengserkan dari jabatannya.

Dalam sebuah wawancara dengan TV Palestina, Majdalani menuturkan bahwa proposal AS tersebut disampaikan ke pihak Palestina melalui Arab Saudi.

Majdalani menambahkan, kesepakatan tersebut didasarkan pada penghentian isu Palestina dan pembentukan sebuah aliansi regional melawan pengaruh Iran di wilayah tersebut yang mana Israel merupakan bagian darinya.

Salah seorang Pejabat AS menuturkan, Presiden AS Donald Trump akan menyampaikan sebuah rancangan untuk menyelesaikan konflik Palestina pertengahan tahun depan.

Rancangan yang disusun oleh Jared Kouchner, penasihat dan ipar Trump, bekerja sama dengan utusan Timur Tengah AS Jason Greenblatt itu bersifat komprehensif dan akan mengungguli kerangka kerja yang ditetapkan oleh pemerintahan AS sebelumnya.

Rancangan itu juga menangani semua masalah utama termasuk soal Yerusalem, perbatasan dan pengungsi Palestina. Proyek ini didukung penuh oleh dana yang digelontorkan oleh Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya untuk warga Palestina.

Di pihak lain, penasihat Presiden Palestina untuk Hubungan Internasional dan Urusan Luar Negeri Nabil Syaats menuturkan, ada informasi penting tentang rencana AS melengserkan Presiden Mahmud Abbas dari jabatannya.

Nabil menyangkal partisipasi penguasa Arab dalam rencana tersebut dan ia enggan menyebutkannya secara rinci.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Anadolu pada hari Selasa (9/1) pekan lalu, Syaats menuturkan bahwa presiden Palestina berada di bawah tekanan besar AS agar menerimanya sebagai juru perdamaian di wilayah tersebut.

Syaats menegaskan, peran AS dalam konteks ini sebagai juru perdamaian telah berakhir dan tidak mungkin bisa menempati posisi ini lagi.

Bulan Desember 2017 lalu, dalam pidato yang disampaikan pada Konferensi OKI di Istanbul tentang Yerusalem, Presiden Abbas mengatakan, dia tidak akan pernah menerima peran apapun dari pemerintah AS dalam proses politik di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikannya sebagai tanggapan atas keputusan presiden AS pada tanggal 6 Desember 2017 yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besar AS ke sana. Demikian diberitakan Aljazeera.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Petisi Swiss: Tolak Kehadiran Trump di Forum Davos

Tidak ada komentar
Presiden AS Donald Trump (CNN)
Sebuah organisasi di negara Swiss yang bergerak dalam bidang kampanye dan mobilisasi umum meluncurkan sebuah petisi elektronik pada Rabu (10/1) pekan lalu. Petisi ini bertujuan untuk menolak kehadiran Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Petisi yang diterbitkan pagi Rabu pekan lalu di situs Campax tersebut berjudul “Trump! Anda tidak diterima di sini, menjauhlah dari Davos!”

Hingga saat ini setidaknya ada sekitar 2.500 tanda tangan yang mendukung petisi tersebut.

Presiden Campax, Andreas Freimüller, menuturkan, “Kami berharap ada banyak tanda tangan lagi dan kami senang jika sudah berjumlah 10.000 atau 30.000 tanda tangan.”

Gedung Putih mengonfirmasikan pada hari Selasa lalu bahwa presiden AS bermaksud untuk berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Dunia yang akan diadakan di Davos Swiss pada 22-26 Januari 2018 nanti.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders dalam sebuah e-mail yang dikirimkan ke kantor berita Jerman menyebutkan,

“Presiden AS menyambut baik kesempatan untuk mempresentasikan idenya yang dikenal dengan America First kepada para pemimpin dunia.”

Lebih lanjut, Sarah mengatakan, “Trump berharap dapat mempromosikan kebijakannya itu untuk memperkuat perusahaan, industri, dan buruh Amerika.”

Bill Clinton tercatat sebagai presiden AS terakhir yang hadir dalam forum tersebut pada tahun 2000 silam.

Sejumlah presiden AS sengaja tidak hadir dalam forum tahunan tersebut. Sebab, mereka khawatir terlihat oleh audiens sebagai orang yang tidak memahami masalah ekonomi yang diangkat dalam acara yang melibatkan penguasa dan pemimpin di banyak negara, seperti disebutkan kantor berita Prancis.

Di samping itu, Campax menyebutkan, “Presiden Donald Trump mendukung rasisme, Islamofobia, anti-Semitisme, diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, kebencian terhadap perempuan, agresi militer, penolakan terhadap perubahan iklim, pelanggaran hak asasi manusia, dan kebijakan yang meningkatkan kemiskinan dan ketidaksetaraan.”

“Kami harus menolak kebijakan Trump yang tidak manusiawi. Kami ingin menjadikan urusan dunia lebih diutamakan, bukan Amerika,” kata sumber Campax, organisasi yang mencela sikap AS yang tidak menyetujui kesepakatan iklim di Paris, seperti dikutip dari Aljazeera.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Tegas, Pemimpin Hamas Beberkan Proyek Yahudi di Balik Pernyataan Trump

Tidak ada komentar
Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah (sindonews)
Pada hari Selasa (26 Desember 2017), Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah dengan tegas mengatakan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem (Alquds) sebagai ibukota Israel adalah bagian dari rencana untuk mengaburkan masalah Palestina.


Dalam pidatonya di hadapan pejuang Hamas itu, Haniyah menyebutkan, keputusan Trump tersebut sangat berbahaya dan merupakan agresi terang-terangan terhadap rakyat Palestina secara khusus dan seluruh bangsa Arab dan dunia Islam secara umum.

Haniyah juga menuturkan, keputusan Trump bagian dari sebuah pertempuran besar yang bertujuan untuk menghapus negara Palestina dari peta dunia.

Di samping itu, Haniyah juga membeberkan rencana para menteri Zionis Israel yang sedang merancang mega proyek bernama Yerusalem Raya. Menurutnya, Zionis Israel juga berencana membangun permukiman di Tepi Barat sejumlah 300.000 unit untuk orang-orang Yahudi dan penerapan hukum Israel di kawasan tersebut.


Dalam kesempatan tersebut, Haniyah menyatakan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat tersebut sangat terkait dengan bangsa Arab, dunia Islam, dan entitas Palestina serta Alquds.

“Ini semua berkaitan dengan tanah, sejarah dan masa depan kita semua,” ujarnya.

Haniyah menyayangkan sebagian oknum penguasa negara Arab yang menerima kehadiran Yahudi di tanah Palestina yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah kota suci bagi orang Yahudi sebagaimana halnya Mekah kota suci bagi umat Islam.

Namun demikian, Haniyah optimis bahwa bangsa Palestina bisa melalui semua masalah ini.

“Proyek-proyek yang mereka rancang membuat kita sebagai bangsa Palestina menjadi ujung tombak umat Islam. Kita meminta para pemimpin negara Arab dan dunia Islam untuk menyatakan posisi jelas dan tegas mengenai masalah Palestina dan Alquds,” tegasnya. Demikian diwartakan kantor berita SAFA.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Inilah Pernyataan Menggugah Habib Rizieq Pada Aksi 1712

Tidak ada komentar
Habib Muhammad Rizieq Shihab (radarlampung)
Aksi Bela Palestina pada Ahad (17 Desember 2017) lalu memberikan kesan tersendiri bagi para peserta yang hadir. Di antaranya adalah pernyataan yang disampaikan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab melalui sambungan telepon.


Dalam sambutannya, Habib Rizieq yang saat ini berdomisili di kota suci Mekah itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesarnya kepada ulama, habaib, serta elemen bangsa Indonesia atas kepeduliannya untuk banga Palestina.

Di samping itu, Habib Rizieq juga menyapa sejumlah ulama yang hadir di antaranya KH. Ma’ruf Amin, KH. Haedar Nashir, KH. Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, KH. Bachtiar Nasir, KH. Ahmad Sobri Lubis, dan lain-lain. Di antara pernyataan yang disampaikan Habib Rizieq adalah:

1. Tolak Yerusalem sebagai ibukota Israel dan tolak Israel sebagai negara.

2. Al-Quds dan Al-Aqsha milik semua negara muslim.

3. Al-Quds adalah ibukota Palestina merdeka.

4. Kita harus memberikan pelajaran berharga kepada Amerika Serikat.

5. Putuskan hubungan politik dengan AS.

6. Indonesia tidak butuh AS, AS yang butuh Indonesia


Selain itu, Habib Rizieq juga membawakan Mars Aksi Palestina yang beliau cipatakan sendiri. Berikut adalah liriknya:

Al-Qudsu Lana

Wal Aqsha Lana

Wakullun Haqquna 

Waljihadu Sabiluna 

Kami bangsa Indonesia 

Setia bersama Palestina 

Berjuang untuk merdeka 

Dari Israel durjana 

Palestina merdeka, Palestina merdeka, Palestina merdeka 

Allah Allahu Akbar 

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Syiah Hutsi Serang Riyadh, Apa Kata Presiden Iran?

Tidak ada komentar
Presiden Iran Hassan Rouhani (Yerevaguide)
Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (8/11/2017) lalu membenarkan peluncuran rudal balistik yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Syiah Hutsi ke Riyadh Arab Saudi.

Menurut Rouhani, tidak ada cara lain bagi Syiah Hutsi selain mengangkat senjata melawan operasi yang dilakukan Koalisi Arab di Yaman. Rouhani juga membantah anggapan sejumlah pihak, bahwa Iran melakukan peran negatif di wilayah tersebut.

“Kami hanya meningkatkan stabilitas dan kekuasan di wilayah (Yaman) ini,” ujarnya seperti dikutip Aawsat.

Dalam pembukaan acara pertemuan kabinet Iran, Rouhani juga membantah tuduhan sejumlah kalangan yang menyatakan bahwa Iran mengacaukan wilayah Yaman.

“Pemerintah Iran hanya menginginkan perbaikan dan pembangunan di Irak, Suriah dan Yaman,” tambahnya.

Rouhani yang berhasil menang dalam pemilihan presiden Iran untuk kedua kalinya pada bulan Mei 2017 lalu itu mengklaim bahwa ia hanya menantikan solusi damai di Yaman.

Pernyataannya ini sangat kontradiktif dengan yang dikatakannya terkait Syiah Hutsi yang meluncurkan rudal ke arah kota Riyadh, Kerajaan Arab Saudi.

“Tidak ada jalan lain (bagi kaum Hutsi) kecuali menggunakan senjata,” katanya.

Serangan kelompok Syiah Hutsi ke Arab Saudi sudah berulangkali. Namun, serangan itu selalu digagalkan dengan sigap oleh aparat keamanan Arab Saudi.

Pembelaan Iran kepada kelompok Hutsi tidaklah mengherankan. Sebab, keduanya mempunyai ideologi yang sama.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Wow, 1.200 Rekening Tersangka Korupsi Dibekukan Pemerintah Saudi

Tidak ada komentar
Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman (breitbart)
Untuk pertama kali dalam sejarah Arab Saudi, Pemerintah membentuk lembaga yang menangani perkara korupsi yaitu Komisi Antikorupsi. Setelah dibentuk pekan lalu, Komisi itu langsung melaksanakan tugasnya.

Dalam operasinya, Komisi tersebut menahan sejumlah pangeran, menteri dan pengusaha tersohor.Menurut laporan Reuters pada hari Selasa (7/11/2017), bank-bank Saudi telah membekukan lebih dari 1.200 rekening yang dimiliki oleh perorangan dan perusahaan yang tersangkut skandal korupsi.

Sejumlah sumber mengungkapkan, bahwa tindakan yang diambil oleh Pemerintah Arab Saudi sejak pekan lalu untuk memerangi korupsi diperluas ke semua aspek.

Termasuk di dalamnya adalah pembekuan rekening ratusan orang yang terduga melakukan tindak pidana korupsi selain beberapa tersangka yang telah ditangkap sebelumnya dari kalangan pangeran, menteri dan pengusaha. Salah seorang yang ditahan adalah pangeran Al-Walid bin Thalal yang juga seorang pengusaha tersohor.

Salah satu situs berita Arab Saudi, Ajel menyebutkan bahwa sumber-sumber yang merupakan orang dalam Kerajaan menyampaikan, tindakan tegas tersebut dilakukan dengan cepat oleh Komisi Antikorupsi.

Pembekuan ratusan puluhan tersangka korupsi itu dikeluarkan oleh Badan Moneter Arab Saudi ke semua bank terkait. Di samping melampirkan ratusan nama, Badan Moneter Arab Saudi juga meminta bank untuk membekukan aset para tersangka.

Sejumlah bankir dan pengacara setempat menyampaikan, bahwa pada hari Selasa (7/11/2017) lalu bank-bank Saudi telah membekukan lebih dari 1.200 rekening bank atas nama perorangan atau perusahaan yang terjerat kasus korupsi.

 [Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Sadis, Siswa Muslim Prancis Dipaksa Makan Daging Babi

Tidak ada komentar
Ilustrasi makan (geiselmed)

Dengan dimulainya tahun ajaran baru di sejumlah sekolah Prancis, kaum muslimin mengeluhkan tentang tekanan yang diberikan pada anak-anak mereka untuk makan daging babi yang disediakan restoran sekolah.

Kejadian ini terdapat di sejumlah sekolah yang ada di Prancis. Sekolah-sekolah tersebut memberikan instruksi kepada para siswa untuk mematuhi peraturan terkait makanan dan minuman yang telah ditetapkan.

Sebuah sekolah Prancis memberikan keterangan tentang kaum muslimin yang memprotes kebijakan terkait penyediaan makanan haram tersebut.

“Orangtua yang tidak berhenti mengeluh harus tahu bahwa sekolah kami tidak dapat menyediakan makanan yang sesuai dengan agama mereka,” seperti dilansir Islamtoday.

Sejatinya, tindakan tersebut tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di Prancis. Sebab, menurut hukum yang berlaku, para siswa tidak harus mengonsumsi makanan yang disediakan restoran sekolah.

Buktinya adalah Pasal 371 dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Perancis yang menyatakan bahwa:

1. Otoritas yang diberikan kepada orang tua adalah berupa seperangkat hak dan kewajiban yang bertujuan untuk memerhatikan kepentingan anak.

2. Keterikatan anak kepada orang tuanya akan tetap ada sampai dia mencapai usia remaja atau sudah bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Orang tuanya harus menjamin keselamatan, kesehatan, moral, dan pendidikannya yang memungkinkan dia untuk meningkatkan potensi dirinya yang mana orang tuanya tetap menghormati keputusan itu.

Dalam pasal di atas disebutkan bahwa yang berhak mengatur anak adalah orang tua bukan sekolah.

Sehingga, dapat diketahui bahwa pemaksaan terhadap siswa muslim yang berada di sekolah Prancis untuk makan daging babi adalah tindakan yang melanggar hukum Nasional Prancis dan hukum Internasional tentang kebebasan beragama.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Biadab, Zionis Israel Serang Utara Kota Gaza

Tidak ada komentar
Kota Gaza (huffpost)

Seorang nelayan Palestina terluka parah pada hari Rabu (9 Agustus 2017) dalam sebuah serangan pesawat tempur Zionis Israel di utara kota Gaza.

Aiman As-Sahbani, Kepala Bagian Penerimaan dan Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Asy-Syifa Gaza mengabarkan hal tersebut.

“Seorang warga Palestina terluka parah oleh pecahan peluru di bagian kepala akibat serangan Israel di utara Jalur Gaza,” ujarnya seperti diberitakan kantor berita Turki, Anadolu.

As-Sahbani menambahkan, bahwa para dokter yang bertugas menyebutkan luka korban sangat serius.

Sebelumnya, pada hari Rabu dini hari, pesawat tempur Israel telah melancarkan serangan udara di utara Kota Gaza, namun tidak ada korban yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Menurut penuturan saksi mata kepada Anadolu, helikopter Israel mengebom dua lahan pertanian yang terletak di sebelah utara Kota Gaza, yang menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi tersebut.

Pada hari Selasa (8 Agustus 2017), sebuah roket menghantam Ashkelon, wilayah jajahan Israel yang dekat dengan perbatasan Jalur Gaza.

Saluran televisi berbahasa Ibrani melaporkan bahwa rudal tersebut mendarat di tempat terbuka, tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

Sampai saat ini, tidak ada pihak manapun yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Muzammil Hasballah: Bacaan Saya Tidak Bagus, Suara Saya Fals

Tidak ada komentar
Muzammil Hasballah (masjidtrans)

Suara merdu, hafal Al-Qur`an dan tampilan keren adalah ciri khas qari yang digandrungi para remaja dan pemuda ini. Ya, dialah Muzammil Hasballah, qari (pembaca Al-Qur`an) dan hafiz (penghafal Al-Qur`an) muda yang berasal dari Provinsi Aceh.

Beberapa waktu lalu, Bersamadakwah berkesempatan berbincang-bincang dengan Muzammil ketika berkunjung ke Masjid Darussalam Kota Wisata.

“Bacaan saya tidak bagus. Ada yang saya anggap fals, tapi masih merdu kata orang-orang,” tuturnya.

“Suara seperti ini masih dibilang fals, bagaimana merdunya?” tanya Bersamadakwah.

Mendengar pertanyaan tersebut Muzammil hanya tersenyum.

Qari yang juga arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengakui, hingga saat ini masih terus belajar kepada beberapa orang syaikh qari dan hafizh, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
 
Salah satu qari favoritnya adalah syaikh Sa’ad Al-Ghamidi dari Arab Saudi.

“Bacaan beliau bagus, banyak maqam yang dia gunakan dalam bacaannya,” kata Muzammil.

Di antara ciri khas bacaan Muzammil adalah maqam (langgam) Kurdi.

“Favorit saya adalah maqam Kurdi dan Nahawand,” terangnya.

Ketika ditanya kapan belajar maqam, Muzammil mengatakan bahwa dia sudah mendalami maqam mujawwad semenjak duduk di bangku sekolah menengah. Adapun maqam murattal, baru ia dalami semenjak kuliah.

Munculnya banyak hafiz dan qari muda di Indonesia patut diapresiasi. Sebab, mereka bisa menjadi figur bagi anak-anak muda lain untuk menghafal Al-Qur`an dan suka ke masjid.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Ustadz Adi Hidayat: Kita Semua Salafi

Tidak ada komentar
Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA (istimewa)

Beberapa waktu lalu, warganet (netizen) pernah terusik oleh rekaman dari seorang ustadz yang mengkritik gaya berdakwah Ustadz Adi Hidayat, salah satunya dengan penyebutan nomor ayat dan surat tertentu untuk membahas sebuah permasalahan.

Pesan ini tersebar melalui aplikasi Whatsapp dan media sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter.

Sang ustadz itu mengklaim, bahwa Ustadz Adi Hidayat menyalahi sunnah atau tidak mengikuti manhaj yang benar seperti dicontohkan salafush-shalih (pendahulu yang shalih dari kalangan umat Islam).

Dalam kajian setelah shalat Maghrib, Ahad (6 Agustus 2017), di Masjid Darussalam Kota Wisata, Ciangsana, Bogor, Ustadz Adi Hidayat secara tidak langsung membantah pernyataan orang-orang yang mengkritiknya itu.

Dalam kajian yang berjudul “Antara Manhaj dan Madzhab” itu, ustadz Adi Hidayat menjelaskan definisi-definisi yang selama ini jarang diketahui oleh masyarakat awam.

Dengan bahasa yang lugas dan bernas, Ustadz Adi memaparkan tentang definisi ad-din (agama), manhaj (metode), minhaj (pedoman hidup), Syari’ (yang mengatur agama), syariat (aturan agama), syir’ah (jalan agama), dan madzhab (pendapat dalam sebuah masalah agama).

Kajian yang dihadiri oleh sekitar 3.000 orang itu dilaksanakan selepas Maghrib hingga adzan Isya berkumandang. Setelah shalat isya kajian pun dilanjutkan.

Setelah menjelaskan sekian banyak definisi, Ustadz Adi bertanya, “Apakah Ustadz Adi Hidayat salafi?”

Mendengar pertanyaan itu, para jamaah tersenyum. Dengan gayanya yang khas, ustadz Adi menjelaskan definisi Salaf, Salafi, dan Salafiyyah.

“Salaf adalah generasi terdahulu, shalih artinya orang-orang yang shalih. Mereka disebut salafush-shalih,” terangnya.

Umat Islam yang mengikut metode yang benar untuk memahami Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan pemahaman salafush-shalih disebut salafi.

“Jadi, salafi itu bukan sebuah kelompok,” tuturnya.

Ustadz Adi menyebutkan, semua imam madzab yang ada merupakan salafi.

“Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, semuanya adalah salafi,” lanjutnya.

Selain itu, Ustadz Adi juga menyindir sebagian dai yang tidak paham dengan metode berdakwah di lingkungan masyarakat Indonesia.

Ada yang memvonis orang lain telah berbuat bid’ah karena biasa melakukan qunut subuh atau mengeraskan bacaan basmalah di awal surat Al-Fatihah, padahal pendapat tersebut berasal dari salah satu Imam madzhab yang sudah diakui keilmuannya.

Di akhir kajian, ustadz Adi mengatakan, bahwa jika dirinya hanya membuat para jamaah menjauh dari pemahaman yang benar, maka silakan mencari ustadz lain yang lebih mumpuni dalam ilmu agama.

Ustadz Adi juga meminta, jika ada kesalahan dalam penyampaiannya, silakan hubungi dia dan koreksi kesalahannya.

Sekitar pukul 20.45 WIB, Ustadz Adi menutup kajiannya. Para jamaah yang hadir begitu antusias untuk menyalaminya dan berfoto-foto dengannya.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Cabut Status Badan Hukum HTI, Ini Alasan Kemenkumham

Tidak ada komentar
Massa Hizbut Tahrir Indonesia (Viva)

Hari ini, Rabu 19 Juli 2017 pengumuman pencabutan status badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah disampaikan oleh Freddy Harris Freddy Harris yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dirjen AHU Kemenkumham) di Jakarta.

Menurut Freddy Harris, Kemenkumham mempunyai kekuasan untuk mengatur dan mengesahkan perkumpulan dan organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Sehingga, perkumpulan dan ormas apapun yang telah memenuhi administrasi akan diberikan Surat Keputusan (SK) pengesahan Badan Hukum. Namun, jika perkumpulan dan ormas tidak memenuhinya, maka tentu tidak akan diberikan SK tersebut.

Terkait pencabutan status Badan Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Freddy Harris menyatakan bahwa itu berdasarkan pada Perppu Nomor 2 Tahun 2017.

Menurut Freddy, pencabutan SK dilakukan terhadap perkumpulan atau ormas yang melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terkait kasus HTI, lanjut Freddy Harris, meskipun dalam AD/ART mereka mencantumkan Pancasila sebagai ideologi namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan mereka bertentangan dengan Pancasila.

“Mereka mengingkari AD/ART sendiri.” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Freddy juga mengatakan seandainya ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan keputusan ini dipersilakan untuk mengambil langkah hukum.

“Silahkan mengambil jalur hukum,” tuturnya seperti dikutip dari antaranews.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Beginilah Perlakuan Rasis Warga Iran Terhadap Arab

Tidak ada komentar
Toko pakaian di Iran (Pinterest)

Sebuah tulisan rasis yang berada di sebuah toko di kota Masyhad, Timur Laut Iran, menggemparkan dunia maya Timur Tengah. Pasalnya, di toko mainan anak-anak tersebut terpampang tulisan di secarik kertas besar dengan tiga bahasa yaitu Arab, Inggris dan Persia, yang melarang orang-orang Arab masuk.

Mamnu’ Dukhul A’rab, Arabian Not Allowed, Wurud A’rab Mamnu’

“Orang-orang Arab Dilarang Masuk” begitulah tulisan yang ditempel di bagian depan toko tersebut.

Selain tulisan, di kertas tersebut juga ada wajah orang arab yang diberi garis menyilang sebagai isyarat larangan masuk.

Kota Masyhad merupakan salah satu kota suci penganut Syiah. Sehingga, pengunjungnya juga beragam. Ada yang berasal dari Arab dan non Arab.

Kota tersebut sering dikunjungi karena di sana terdapat kuburan Imam Reza berada, yaitu Imam kedelapan menurut paham Syiah.

Perlu diketahui, kota ini tidak dikunjungi oleh orang-orang arab yang berpaham sunni sama sekali. Sebagian besar pengunjung kota Masyhad adalah orang-orang Arab Syiah yang berasal dari Irak, Kuwait, Bahrain, Yaman, Uni Emirat Arab, Lebanon.

Perlakuan rasis Iran terhadap Arab ini sudah berulang kali terjadi. Menurut catatan Al-Arabiya, sebelumnya di sebuah klinik dokter mata di kota Iran ada tulisan spanduk yang berbunyi “Mohon maaf, tidak melayani pasien Arab.”

Selain itu, seorang penyair Iran melantunkan bait-bait syair yang melabelkan sifat-sifat yang jelek bagi orang-orang arab. Ada pula penyanyi Rap Iran yang membawakan lagu berjudul “Bunuh saja orang Arab.”

Masih banyak lagi perlakuan rasis yang dilakukan oleh orang-orang Syiah Iran terhadap warga Arab.

Perlakuan ini tidak heran, karena orang-orang Syiah pun suka memaki-maki sebagian besar shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang mereka anggap sebagai orang-orang sesat.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]
© Bersamadakwah.net - BedaMedia Grup