Terbaru

latest

Ribuan Warga Turki Peringati Penaklukan Konstantinopel Dengan Cara Ini

Acara ini dihadiri oleh Syaikh Usamah Rifai, Presiden Dewan Islam Suriah; Syaikh Muhammad Ali Al-Abbasi, Imam Masjid Al-Aqsha, dan Shalih Turhan, ketua bidang kepemudaan Asosiasi Pemuda Anatolia.

Rabu, 17 Mei 2017

/ by Abu Syafiq
Shalat subuh berjamaah di halaman Hagia Sophia (Zete)

Peringatan Penaklukan Konstantinopel memang sudah menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan di negara Turki. Pada tahun ini, tepat pada 564 tahun Penaklukan Konstantinopel, Asosiasi Pemuda Anatolia melaksanakan kegiatan yang menyedot perhatian media internasional.

Untuk memperingati hari tersebut, warga Turki diundang melaksanakan shalat subuh berjamaah pada hari Sabtu (13 Mei 2017) lalu di halaman masjid Hagia Sophia, salah satu masjid bersejarah di kota Istanbul.

Acara yang diikuti oleh ribuan warga Turki itu dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur`an oleh seorang qari.

Pada saat itu pula, para peserta yang hadir meminta pemerintah Turki agar mengembalikan fungsi masjid Hagia Sophia atau Aya Sofya sebagai tempat ibadah umat Islam setelah digunakan sebagai museum dan tempat wisata selama bertahun-tahun.

Acara ini dihadiri oleh Syaikh Usamah Rifai, Presiden Dewan Islam Suriah; Syaikh Muhammad Ali Al-Abbasi, Imam Masjid Al-Aqsha, dan Shalih Turhan, ketua bidang kepemudaan Asosiasi Pemuda Anatolia.

Sebelum pelaksanaan shalat Subuh yang diimami oleh Syaikh Muhammad Ali Al-Abbasi, acara dilanjutkan dengan lantunan nasyid oleh sekelompok pemuda, lalu ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Syaikh Syaikh Usamah Rifai.

Dalam doa tersebut, Syaikh Usamah memanjatkan doa kepada Allah untuk kemaslahatan umat Islam di Turki secara khusus dan dunia pada umumnya.

Setelah shalat Subuh, acara dilanjutkan dengan orasi yang disampaikan oleh Shalih Turhan. Dalam orasinya itu, Turhan menyebutkan sejarah tentang masjid Hagia Sophia.

“Dahulu, banyak organisasi internasional yang berupaya tanpa henti selama bertahun-tahun untuk mengubah fungsi masjid Hagia Sophia menjadi sebuah museum. Mereka melakukan hal itu melalui tanda tangan palsu pada tahun 1934,” ujar Turhan seperti diutip situs albayan.

Turhan juga menegaskan, organisasinya akan selalu berjuang agar Hagia Sophia yang bersejarah itu kembali dibuka untuk ibadah.

“Permasalahan ini bukan hanya permasalahan saudara-saudara yang ada di Istanbul, tetapi juga permasalahan umat Islam di seluruh dunia,” tandasnya.

Pada bulan Mei di setiap tahun, umat Islam di Turki dan sejumlah negara Islam lainnya memperingati hari penaklukan Konstantinopel yang sekarang bernama Istanbul.

Konstantinopel merupakan kota bersejarah yang berhasil ditaklukkan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih (Sang Penakluk), salah seorang sultan Dinasti Utsmaniyyah (Ottoman) pada tahun 1453 setelah sebelumnya dikuasai oleh Kekaisaran Bizantium.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© Bersamadakwah.net - BedaMedia Grup