Beban Masa Lalu Jokowi Adalah Utang dan Janji-Janji Kosong

- Januari 18, 2019
merdeka
Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel pada Kamis (17/1/2019) menegaskan transparansi dan tanggungjawab pemerintah mengerjakan program-program. Jokowi merasa menikmati bekerja karena tidak memiliki masa lalu.

"Pertama, akan saya mulai dari saya, Pak Prabowo, saya tidak memiliki beban masa lalu sehingga enak dalam bekerja, enak dalam memberi perintah," kata Jokowi.

Beban masa lalu di Jokowi adalah isu hak asasi manusia yang selama ini dijadikan senjata untuk menghunus lawan politiknya.

Lalu, apakah dengan demikian Jokowi tidak memiliki beban masa lalu?

Bagaimana dengan janji-janji yang ia kumandangkan pada tahun 2014? Sudah tuntas atau justru diingkari?

Aktivitas blusukan kerap dilakukan oleh Jokowi. Selain mencebur ke got, ia juga turun ke sawah. Yang terjadi malah impor beras.

Pada 2014, impor beras Indonesia tercatat sebanyak 844.163 ton. Tahun berikutnya, impor beras naik tipis menjadi 861.601 ton. Pada 2016, impor beras mengalami lonjakan 49 persen menjadi 1,28 juta ton. Namun pada 2017, impor beras menyusut drastis sebesar 76 persen.

Polemik impor beras sudah terdengar sejak awal 2018 ketika Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan izin impor beras kepada Perum Bulog sebesar 500.000 ton pada Februari, dan sebesar 500.000 ton pada Mei.

Isu impor beras sempat redup pada pertengahan tahun, tapi kembali hangat setelah Kemendag kembali menerbitkan izin impor beras untuk 1 juta ton pada Agustus 2018. Artinya total potensi volume beras bisa mencapai 2 juta ton.

Masalah impor pun disinggung Prabowo. "Bagaimana pandangan bapak, tentang konflik kepentingan, apakah bapak meyakini dan menjamin bahwa pejabat yang bekerja untuk bapak benar-benar tidak memiliki kepentingan pribadi atau kelompok dalam kebijakan yang diambil, terutama dalam impor beras, impor gula, komoditas yang sangat dirasakan merugikan petani kita?" tanya Prabowo.

Itu baru beras, belum beban utang 5400 T, dolar meroket, beban harga-harga mahal, BPJS yang bikin bangkut rumah sakit, kelompok teroris KKB Papua dan lainnya. Banyak sekali bebannya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search