Mengapa Nussa Diciptakan Berkaki Palsu? Inilah Alasan Kreator

- Desember 04, 2018
Nussa
Nussa dan Rara adalah tokoh animasi yang sedang ramai menghiasi kanal YouTube. Nussa adalah sang kakak, dan Rara adalah adik. Di antara mereka ada seekor kucing bernama Anta, yang kalau digabung ketiganya terbaca "Nusantara".

Uniknya, tokoh Nussa yang merupakan garapan rumah produksi dalam negeri The Little Giantz, digambarkan sebagai sosok difabel (different ability). Ia tidak memiliki bentuk kaki yang sempurna dan menggunakan alat pengganti alias kaki palsu di kaki sebelah kiri.

Saat Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada Senin (3/12/2018) kemarin, akun media sosial Instagram Nussa mengunggah foto Nussa dan mengucapkan Hari Disabilitas.

"Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, terlepas kita menyadarinya atau tidak. Ada juga manusia di dunia ini yang terlahir dengan kondisi fisik yang berbeda dengan yang lainnya, seperti Nussa. Bagi Nussa kondisi ini bukanlah sebuah keterbatasan, akan tetapi cara Allah untuk selalu mengingatkan Nussa untuk selalu bersyukur, dan mengingat Allah, bahwa ketaatanlah yang melengkapi dirinya.⠀

Alhamdulillah, Nussa masih bisa bermain dan beribadah seperti anak-anak lainnya. Sebab bukan apa yang Allah berikan pada kita yang Allah akan tanya, tapi bagaimana cara kita menerimanya, dan bagaimana cara kita memanfaatkannya, itu yang menentukan nilai kita. Yuk tetap bersyukur agar Allah menambah nikmat untuk kita, dan jadikan ketaatan sebagai pelengkap atas keterbatasan kita," tulis laman Nussa dalam keterangan foto.

Banyak warganet dan pendukung film animasi Islami itu menanyakan, mengapa kreator menciptakan karakter Nussa yang memiliki fisik tak sempurna (imperfect)?

CEO The Little Giantz Aditya Triantoro memiliki alasan khusus mengapa Nussa digambarkan dengan sedemikian rupa.

"Kebetulan waktu saya mendesain karakter Nussa, sebagai konten kreator atau sebagai desainer karakter, kalau menciptakan karakter dengan (fisik) sempurna imitasinya itu sudah ada. Makanya kita sebagai desainer karakter gimana caranya kita menciptakan nih anak 'how to become perfect with imperfection'," kata dia saat diwawancara oleh pohak stasiun televisi nasional pada Jumat (30/11/2018)

Jika dibilang memikirkan mendadak atau begitu saja, Triantoro menampiknya. "Makanya kita mikir bukan tiba-tiba memikirkan begitu saja. Ada lho anak-anak dengan kondisi seperti ini. Perlu kita dekatkan secara emosional 'it's ok imperfect' . (But story) ke depannya menjadi sebuah kesempurnaan. Physic is just physic. Semangat saja yang perlu," ungkap pria yang akrab disapa Adittoro ini.

Berikut tayangan wawancara Adittoro:

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search