$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

Biadab, Tentara Myanmar Serang Pengungsi Rohingya di Perbatasan

Kota Tumbro merupakan tempat berlindung pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekejaman junta militer Myanmar

Penjaga perbatasan Myanmar-Bangladesh (reuters)
Sejumlah muslim Rohingya yang terdampar di daerah perbatasan Bangladesh diserang dan dipukuli oleh tentara Myanmar seperti dilaporkan media setempat baru-baru ini. Menurut salah satu informan Kantor Berita Arakan yang tidak mau disebutkan namanya, tentara Myanmar menyerang para pengungsi Rohingya yang berada di kota Tumbro.

Kota Tumbro merupakan tempat berlindung pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekejaman junta militer Myanmar.

Sementara itu, juru bicara Rohingya di perbatasan Bangladesh mengatakan, beberapa pengungsi masih terdampar di perbatasan karena adanya pagar berduri yang membatasi Negara Myanmar dan Bangladesh.

Di samping itu, Kantor Berita Arakan juga mempublikasikan video yang berhasil diambil oleh beberapa aktivis kemanusiaan. Di dalam video tersebut terlihat sejumlah tentara yang berpatroli di perbatasan. Menurut para aktivis, tentara tersebut yang terlibat dalam penyerangan terhadap pengungsi Rohingya.

Kantor Berita Associated Press melaporkan, sekitar 6.000 warga Rohingya menunggu di daerah itu dengan penuh rasa khawatir, apakah mereka akan dikembalikan ke Myanmar atau boleh menyeberang ke Bangladesh.

Para pengungsi tersebut sangat takut untuk kembali ke Rohingya, terutama setelah adanya peristiwa pembakaran sekitar 100 unit rumah di kota Tumbro.

Pemerintah Bangladesh telah berulang kali meminta agar pengungsi Rohingya segera dipulangkan. Sebab, ini merupakan salah satu poin kesepakatan yang ditandatangani oleh pemerintah Myanmar dengan Bangladesh pada tanggal 23 November 2017 silam.

Pada bulan Desember 2017 lalu, Menteri Transportasi Jalan dan Jembatan Bangladesh Obaidul Quader menyatakan, sekitar 100.000 pengungsi Rohingya akan dipulangkan ke Myanmar pada bulan Januari 2018 ini.

Menurut laporan sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional, jumlah desa muslim Rohingya yang terbakar melebihi 350 desa berdasarkan gambar yang diambil menggunakan satelit.

Kejahatan yang telah dan sedang berlangsung terhadap etnis muslim Rohingya, yang dilakukan oleh tentara dan kelompok ekstremis Buddha selama bertahun-tahun itu menyebabkan sekitar 826.000 orang melarikan diri ke Bangladesh, termasuk 656.000 orang yang melarikan diri sejak 25 Agustus 2017 tahun lalu berdasarkan data yang dikumpulkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

COMMENTS

Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content