Bahas Bola, RK Malah Seret Kekerasan Agama dan Pilkada

- September 26, 2018
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) menilai kekerasan terjadi karena fanatisme berlebihan. Tak hanya pada tim sepakbola tapi juga pada agama dan pemilihan kepala daerah.

"Darimana datangnya kekerasan? Saya lihat datang dari fanatisme yang berlebihan," kata RK dalam acara ILC tvOne, Selasa (26/9/2018) malam.

"Dalam agama juga, kita tahu bahwa semua yang berlebihan, tidak baik," lanjut pendukung Jokowi ini.

RK juga menilai aksi kekerasan suporter yang terus terjadi di dunia sepakbola karena mereka tidak bisa membedakan musuh dan lawan.

"Termasuk di dunia demokrasi Indonesia juga. Pilkadanya udah selesai, tapi bapernya berlanjut. Sehingga berseberangan tidak henti-henti karena dianggap musuh," lanjutnya.

"Nah ini jangan-jangan mereka meniru pemimpin-peminmpinnya. Yang menyuburkan rasa permusuhan. Tidak bisa membedakan kata lawan bukan mitra kompetisi tapi jadi musuh yang harus memusuhi," paparnya.

Dan dengan rasa permusuhan yang terus dipupuk, tidak heran jika sejumlah aksi kekerasan pun terjadi. Sebab, setiap lawan dianggap musuh yang harus dimusuhi oleh mereka.

Dengan idiom lawan sebagai musuh, kata dia, akibatnya saat bertemu dengan simbol lawan, "Maka dianggap musuh yang harus dihabisi, dicaci maki dengan ekstrim seperti kejadian kemarin," katanya.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search