Terbaru

latest

Afi ke Media Soal Miftahul: Mengapa Tidak Tercekik dan Terpelanting?

Afi salahkan media massa

Kamis, 11 Oktober 2018

/ by raja insani


Penulis Afi Nihaya menilai daripada media massa menulis dengan judul "Pemain judo Indonesia ini didiskualifikasi karena tidak mau melepaskan jilbab", mengapa bukan "Takut lehernya tercekik dan terpelanting, panitia terpaksa tidak mengikutsertakan atlet judo Indonesia" ?

"Saya memahami mengapa media menulis demikian. Karena, tidak seperti menulis di facebook, portal berita online membutuhkan sebanyak mungkin klik pada tautan beritanya untuk mendapatkan pemasukan dari iklan. Dan tentu saja, judul pertama akan menjaring lebih banyak klik daripada judul kedua," kata dia pada 9 Oktober 2018.

"Dan kita di sini meributkan berita yang memang dibuat kontroversial oleh media, mereka dapat uang tapi kita dapat apa? Perpecahan!" ungkap dia, menambahkan.

Lebih lanjut ia mengatakan sebagai berikut:

Yang dilarang itu BUKAN  kerudungnya, tapi tindakan yang membahayakan keselamatan. Tindakan itu bisa berupa apapun. Dan kebetulan, kali ini yang membahayakan keselamatan adalah kain kerudung yang menutupi leher sehingga lehernya berpotensi ikut tercekik ketika lawannya mencengkeram kerah baju untuk membantingnya. Atlet yang berambut panjang pun harus mengikat rambutnya tinggi-tinggi. Ini BUKAN tentang pelarangan kerudung. Ini tentang KESELAMATAN.
Saya sendiri berkerudung. Dalam beberapa kesempatan, saya suka pakai kerudung panjang. Tapi saat naik motor, ayah saya melarang, karena kerudung panjang saya bisa menutupi lampu sein atau bahkan masuk ke rantai dan jeruji motor di mana itu sangat berbahaya. Apakah ayah saya melarang pakai kerudung? TIDAK. Yang beliau larang adalah tindakan saya yang membahayakan keselamatan!

Selama belum mampu membedakan PELARANGAN KERUDUNG dengan PELARANGAN TINDAKAN PENGANCAM KESELAMATAN PRIBADI, jangan meneruskan baca tulisan ini. Tidak berguna.

Dalam peristiwa atlet Asian Para Games tersebut, saya rasa yang patut disalahkan adalah para pelatih dan official sang atlet yang dari awal tidak menjelaskan secara rinci tentang peraturan pertandingan, sampai-sampai dia tidak paham. Atlet ini tunanetra, dia buta, sehingga caranya agak berbeda dengan yang biasa. Kalau dia tidak mau membuka hijabnya bukan salah dia. Tapi setidaknya kalau dari awal dia tahu, tentu dia tidak akan begitu kecewa. Kasihan, pasti dia sudah latihan sangat lama.

Bagaimana sih? :(

Yang terpenting wahai netizen... Mari gunakan kecerdasan kita dalam menelaah segala sesuatu. Jangan biarkan media dan pihak manapun memanfaatkan sikap netizen yang mudah tersulut demi kepentingan mereka semata, tapi kedamaian kita yang jadi korbannya.
- Afi N.F

 
( Hide )
  1. Apapun cerita dibalik kejadian ini, satu yg pasti, inilah jalan Allah mengundang miftahul jannah untuk bertamu ke baitullah.. 👍👍👍

    BalasHapus
  2. Anak dajjal, klo dia berkerudung juga (islam) tentu akan membahas dari segi aqidah, bukan dari segi tehnis bela diri..!

    BalasHapus

Don't Miss
© Bersamadakwah.net - BedaMedia Grup